|
Hal ini menyebabkan stres pada dirinya dan keluarganya, karena
mereka tidak sanggup mengontrol perilaku individu ini. Pengidap
kecanduan seks karena perilaku seksual yang menyimpang ini
membutuhkan bantuan psikologis untuk menanganinya.
Kecanduan seks juga tak hanya dialami pria. Wanita
pun bisa mengalaminya, meskipun jumlahnya tak begitu banyak. Wanita lebih
cenderung mengalami kecanduan cinta, dimana mereka sangat
membutuhkan perhatian dan dipuja. Sebagian dari wanita yang mengidap
perilaku ini merasa mereka hanya dihargai karena tubuh mereka, oleh
karena itu mereka menggunakan kemolekan tubuh untuk menarik
perhatian atau mendapatkan cinta dari pria.
Lalu bagaimana cara mengetahui bahwa seseorang
mengalami kecanduan seks?
1. Tidak menikmati sesi bercinta yang
normal
Seorang pria akan selalu komplain tentang kurangnya variasi dalam
bercinta dengan pasangannya. Sesi bercinta yang lazim dilakukan
rata-rata pasangan tidak membuatnya puas. Ia menginginkan
gerakan-gerakan yang dilakukan bintang porno kelas hard core.
Ia terpaku pada angka-angka, seperti berapa kali posisi seks yang
pernah dilakukan, atau berapa kali ia ingin mencapai orgasme dalam
semalam.
2. Menjalani dua kehidupan
Apakah Anda pernah meragukan apakah si dia memiliki hubungan dengan
orang lain hanya untuk mendapatkan kesenangan seksual? Apakah Anda
merasa ia tidak jujur terhadap Anda? Meskipun Anda sudah
berulangkali mengajaknya berbicara, ia masih tak dapat mengontrol
dirinya?
3. Terus-menerus mencari hal-hal seksual
Pria yang sering menonton film, majalah, atau bacaan porno, masih
dapat dikatakan normal. Namun bila hal-hal tersebut menjadi
satu-satunya perhatiannya, bahkan pada waktu atau tempat yang tidak
memungkinkan, inilah yang perlu diwaspadai. Jika history pada
browser internetnya hanya menampilkan situs-situs porno, dan
inbox email-nya dipenuhi dengan undangan untuk bergabung
situs-situs porno tersebut, lebih baik Anda hati-hati.
4. Hanya seks dalam pikirannya
Dalam dorongan seksualnya yang tak tertahankan, atau hubungan
cintanya, ia mengabaikan tanggung jawab spiritual, profesional,
maupun sosialnya. Bahkan ketakutan yang ekstrim akan penularan
penyakit menular seksual (PMS) tidak membuatnya kesulitan dalam
petualangan seksualnya.
5. Sering menjauhkan diri
Ketika ingin berhubungan seksual, ia begitu mendambakan sesi yang
hebat. Namun usai bercinta dengan pasangannya, ia akan dilanda rasa
bersalah karena telah terlibat secara fisik dengan wanita. Ia pun
akan segera menjauhkan diri, karena khawatir dengan dorongan yang
terus berulang, yang tak mampu diatasinya.
6. Tidak peduli akan terjegal masalah hukum
Pecandu seks akan mengambil risiko apa pun untuk menikmati
kesenangan seksual. Namun, seperti saat kecanduan apa saja, semakin
banyak yang didapatkan, semakin banyak ia membutuhkannya. Ia akan
melakukan phone sex, melakukan hubungan dengan PSK, voyeurisme, atau
eksibionisme. Seorang sex addict sadar bahwa tindakannya
melanggar kesusilaan, namun dorongan untuk seks membuatnya
mengabaikan kekhawatiran itu.
7. Makin lama makin sulit dikendalikan
Jika seorang wanita telah melihat sebagian ciri di atas, dan pria
pasangannya ini terus dipenuhi perasaan bersalah, malu, bahkan
menyesal, muncul keinginan untuk bunuh diri, sadarilah bahwa hal ini
hanya disebabkan karena ia tidak dapat menghentikan dirinya
melakukan sesuatu yang buruk. Tak hanya untuk dirinya, tetapi juga
pasangannya.
Ketika sudah tertangkap basah, atau ketika
kecanduannya membuat mereka tidak mungkin beraktivitas, seorang
pecandu seks akan mulai mencari bantuan. Seringkali mereka harus
masuk pusat rehabilitasi sehingga bisa keluar dari lingkungan dan
kebiasaan normalnya.
Apakah anda memiliki ke 7 tanda tersebut? bila
jawabannya ya. berarti anda siap siap konsultasi |