|
Menu:
Home
Seks
|
Posted: 26 Agustus 2009
Wasiat-wasiat Paling Ajaib
di Dunia
Wasiat merupakan permintaan terakhir dari
orang sudah tidak lagi ada di dunia. Tidak memenuhinya sama saja tidak hormat
kepada yang sudah tiada. Akan tetapi, untuk memenuhinya saja terkadang sulit
apalagi kalau permintaan terakhirnya tersebut di luar batas normal. Simak
wasiat paling ajaib berikut ini!
-
Ingin
dimakamkan berdiri di depan peti mati

Sebuah rumah pemakaman di Puerto Rico
menggunakan balsam khusus untuk menjaga tubuh Angel Pantoja Medina, 24 tahun,
untuk dapat berdiri tegak selama tiga hari menghadap para tamu pemakaman dan di
depan peti matinya sendiri. Dengan menggunakan kostum santai, topi NY Yankees,
serta kacamata hitam, pemakaman Pantoja memang tidak seperti jenazah lain
seperti biasanya. “Angel ingin tampak bahagia, dan berdiri,” ungkap kakaknya,
Carlos, kepada koran setempat "El Nuevo Dia".
Pemilik rumah duka Marin Funeral Home, mengatakan bahwa ibu Pantoja memita
pihaknya untuk memenuhi permintaan terakhir dari sang anak. Pantoja ditemukan
tidak bernyawa di bawah jemabatn San juan dan dikubur tiga hari setelahnya.
-
Meninggal di usia
9 dan minta dinikahkan saat sekarat

Setiap gadis kecil memiliki impian tentang
hari pernikahannya dengan dihiasi sebuah gaun putih yang indah dan tentunya
dengan pria yang tepat. Tetapi, Jayla Cooper, 9 tahun, tidak memiliki waktu yang
panjang untuk menunggu Mr. Right. Jayla menderita leukemia selama hampir dua
tahun, dan sisa waktunya hanya tinggal beberapa minggu lagi. Oleh karena itu, ia
punya satu permintaan terakhir yang ingin sekali ia wujudkan yaitu menikah.
Akhirnya, Jayla pun menikah dengan teman baiknya selama masa perawatan di
Children's Medical Center, Dallas bernama Jose Griggs. “Ia sangat tampan,” ujar
Jayla tersipu malu. “Dan saya mencintainya,” lajutnya kembali.
-
Ingin dikremasikan
ke luar angkasa
Gene Rodenberry, pencipta Star Trek TV, sangat
mencintai luar angkasa dan fiksi ilmiah hingga permintaan terakhirnya pun tidak
jauh-juh dari dua hal tersebut. Ia meminta saat meninggal, tubuhnya dikremasikan
dan dikirim ke luar angkasa. Permintaannya ini pun akhirnya dipenuhi setelah
Gene meninggal di tahun 1997. Dengan menggunakan satelit Spanyol, abu kremasinya
pun dibawa menuju atmosfir dan ditembakkan ke luar angkasa.

Pencipta sekuel film StarTrek dan sang istri
telah bertekad untuk menjadikan luar angkasa sebagai tempat peristirahatan
terakhir mereka.
Sebelumnya, Majel Barret Rodddenberry telah menunjuk perusahaan yang khusus
mengurusi pemakaman di luar angkasa atau yang biasa disebut sebagai 'memorial
spaceflight', Celestis Inc, untuk menerbangkan jasad mereka berdua ke bulan.
"Kami akan memenuhi permintaan Gene dan Majel untuk menerbangkan keduanya ke
bulan pada tahun ini," ujar pihak Celestis Inc Susan Schonfeld, seperti dikutip
melalui Yahoo News, Selasa (27/1/2009).
Namun, almarhum sepasang suami istri yang terkenal telah menciptakan
karakter-karakter StarTrek itu, tidak akan diterbangkan begitu saja. Sebelumnya,
jasad mereka akan dikremasikan dan abu hasil kremasi akan ditempatkan dalam
sebuah tabung khusus yang didesain layaknya tabung luar angkasa.
Sebuah roket akan membawa tabung tersebut, bersamaan dengan hadiah-hadiah yang
diberikan dari para penggemar Roddenberry.
"Ia juga berpesan, pesawat pembawa tabung tersebut tidak boleh kembali ke bumi
dan akan menemani abu kremasi Roddenberry dan istrinya," tambah Schonfeld.
Setelah Gene Roddenberry meninggal pada tahun 1991, sang istri memerintahkan
Celestis untuk meluncurkan pesawat luar angkasa yang akan membawa dia dan sang
suami menghabiskan masa abadi mereka di sana, sesaat setelah ia meninggal. Istri
Roddenberry meninggal pada 18 Desember 2008.
-
Meminta
dihilangkan keperjakaannya oleh wanita penghibur

Seorang pemuda yang mengalami cacat tubuh dan
menderita penyakit seumur hidupnya menuliskan wasiat bahwa dirina ingin
dihilangkan keperjakaannya oleh seorang wanita penghibur sebelum ia meninggal.
Jenis penyakit yang dialami pemuda 22 tahun bernama Nick Wallis ini biasanya
tidak memungkinkan dirinya bertahan hidup hingga usia 30 tahun. Keinginan ini
pun disampaikan kepada para staf di Douglas House hospice, di Oxford. Ia
menjelaskan bahwa ia berharap mendapatkan sebuah hubungan dengan wanita yang
intim dan penuh kasih sayang. Namun, penyakitnya tersebut justru menjadi
penghalang. “Perlu waktu dua tahun untuk memutuskan hal ini. Aku berdiskusi
dengan perawat dan orang tua. Memberitahukan orang tua adalah bagian yang
terberat, tapi akhirnya mereka turut memberikan dukungannya,” ungkap Nick.
Perjanjian sudah dibuat dan akhirnya datang sang wanita penghibur. Nick pun
mengaku bahwa hubungn tersebut tidak terpenuhi secara emosional, namun wanita
tersbut sangat baik dan mengerti.
|
Iklan |