Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Joko Anwar (lahir di
Medan,
Sumatera Utara,
3
Januari
1976; umur 33 tahun) adalah seorang sutradara, penulis skenario,
dan produser dari
Indonesia
Biografi
Awal Kehidupan
Joko Anwar lahir pada tanggal 3 Januari
1976 di
sebuah kawasan perkampungan miskin di
Medan,
Sumatera Utara di mana tumbuh besar dengan menonton film-film
kung fu dan horror.
[1]
Sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama, dia juga telah menulis dan
menyutradarai pertunjukan drama. Joko kemudian kuliah di
Institut Teknologi Bandung untuk belajar
Aerospace Engineering karena orang tuanya tidak sanggup
menyekolahkannya ke
sekolah film.
[1]
Setelah lulus kuliah pada tahun 1999, dia kemudian menjadi
wartawan di
The Jakarta Post sebelum kemudian menjadi seorang
kritikus film.
Karir
Saat mewawancarai
Nia Dinata untuk
The Jakarta Post, produser dan sutradara film itu sangat
terkesan dengan Joko dan mengajaknya untuk menulis proyek filmnya
yang kemudian dikenal dengan judul
Arisan! (2003).
[1]
Film tersebut mendapat sukses yang luar biasa baik secara komersial
maupun pujian dari para kritikus dan memenangkan beberapa
penghargaan di dalam dan luar negeri termasuk "Film Terbaik" di
Festival Film Indonesia pada tahun
2004
and "Best Movie" di
MTV Indonesia Movie Awards pada tahun
2004.
Joko lalu menyutradarai film pertamanya, sebuah komedi romantis
berjudul
Janji Joni (Joni's Promise) (2005),
yang dia tulis saat dia masih duduk di bangku kuliah pada tahun
1998. Film yang dibintangi oleh
Nicholas Saputra dan
Mariana Renata ini merupakan salah satu peraih box office
terbesar pada tahun itu dan memenangkan "Best Movie" di MTV
Indonesia Movie Awards tahun 2005. SET Foundation yang diketuai oleh
pembuat film
Garin Nugroho memberikannya penghargaan khusus untuk "cara
bercerita yang inovatif' dalam film itu.
Janji Joni (Joni's Promise) juga masuk dalam seleksi
beberapa festival film internasional bergengsi, antara lain
Sydney Film Festival dan
Pusan International Film Festival. Film ini juga menghidupkan
kembali karir
Barry Prima, yang dikenal dunia internasional sebagai seorang
bintang laga
film cult yang merupakan bintang film favorit Joko sewaktu kecil.
[1]
Pada tahun 2007, Joko Anwar menulis dan menyutradarai
Kala, yang disebut-sebut sebagai
film noir pertama dari Indonesia yang mendapat pujian dari para
kritikus internasional. Majalah film terkemuka dari Inggris,
Sight & Sound, memilih film ini sebagai salah satu film terbaik
di tahun itu dan juga menamakan Joko sebagai "salah satu sutradara
tercerdas di Asia".
[2]
Film ini terpilih dalam seleksi lebih dari 30 film festival
internasional dan memenangkan beberapa penghargaan, termasuk di
antaranya sebuah
Jury Prize di
New York Asian Film Festival.
[3]
The Hollywood Reporter menyebut
Kala sebagai "sebuah "film noir" cerdas yang mengingatkan
penonton pada film "M" karya
Fritz Lang"
[4]
Film ini juga telah disandingkan dengan karya-karya
Alex Proyas dan
Kiyoshi Kurosawa.
[5]
Selain menulis skenario untuk disutradarainya sendiri, Joko Anwar
juga menulis skenario untuk sutradara lain, termasuk film komedi
Quickie Express yang memenangkan "Best Film" di
Jakarta International Film Festival pada tahun 2008 dan
Jakarta Undercover. Dua film tersebut juga sukses secara
komersial. Joko juga menulis skenario film
Fiksi yang mendapat pujian dari para kritikus internasional dan
memenangkan banyak penghargaan, antara lain "Film Terbaik" dan "Skenario
Terbaik" di
Festival Film Indonesia
2008.
Film Joko Anwar selanjutnya adalah
Pintu Terlarang yang dirilis pada tahun 2009. Film ini adalah
sebuah film thriller psikologis yang juga mendapat pujian dari para
kritikus. Kritikus
Richard Corliss dari majalah
TIME
menulis, "Cerdas sekaligus sakit, film ini bisa jadi kartu panggilan
buat Joko Anwar sebagai sutradara kelas dunia, kalau saja para
petinggi Hollywood menginginkan sesuatu yang lain dari produk mereka
yang itu-itu saja". Dia juga menyebutkan bahwa film ini merupakan "contoh
sejauh apa film bisa dibuat tapi jarang mencoba".
[6]
Maggie Lee dari
The Hollywood Reporter menulis bahwa film Joko Anwar ini akan "membuat
Hitchcock dan Almodovar bangga", dan menyebutkan bahwa "Joko Anwar
memberikan film horor-suspens yang menakutkan ini dengan serangkaian
penghargaan kepada para pembuat film terkemuka secara menakjubkan".
[7]
Film ini juga telah masuk dalam seleksi beberapa festival film
internasional terkemuka, termasuk di antaranya
International Film Festival Rotterdam,
New York Asian Film Festival, dan
Dead by Dawn.
Pintu Terlarang juga memenangkan penghargaan tertinggi sebagai
film terbaik di
Puchon International Fantastic Film Festival 2009.[8]